selorejo

minggu lebaran, di-sela2 agenda reuni, halal bihalal, silaturhami,…gowes-lah gw.
mumpung ada hari kosong, berangkatlah abis subuh jam 5 pagi.
di jatim jam segitu sudah tidak terlalu gelap, tidak perlu pasang lampu. sendirian, pakek sepeda B2W, helm, tools, air, berangkatlah dg destination : Selorejo (7°51’35″S   112°21’55″E).

Selorejo adalah waduk, sekalian tempat wisata, terletak diperbatasan kabupaten malang dan kabupaten kediri, atau sekitar 1 jam-an dari trek DH di batu. Orang ke  selorejo untuk wisata, naik perahu, mancing, refreshing di udara gunung yang segar, dan tentu saja makan wader goreng beserta lalapannya. wader, ikan air tawar kecil2, mungkin seperti ikan bilih (?) atau seluang (?).
untuk menuju selorejo, trek yang dilalui sangat menarik, dengan kontur naik turun tanah pasir atau on road mulus. berangkat saya memilih jalur off road. pemilihan jalur ini terhitung agak nekad bagi gw, karena merupakan jalur yg belum pernah dilewati pegowes (disini banyak juga komunitas pegowes, biasanya main hari minggu, cuman karena lebaran aja gw jd sendirian :) ), dan gw gak berhasil survey trek via satelit google map, karena gambarnya gak jelas. baiklah, gak mau rugi waktu cuti, dan sudah niat dari jakarta, berangkatlah gw berbekal gps biar gak terlalu nyasar, dan dg pemahaman terhadap karakteristik penduduk sini yg gw anggap aman. start dari ketinggian 60 dpl, gw keluar masuk desa dan hutan industri milik perhutani. kontur tanah berpasir cukup menguntungkan gw, karena dengan sepeda B2W yg pakek v-brake, gw tidak mengalami hambatan atau kuatir roda gak bisa jalan karena tanah liat nempel. sepeda B2W juga sangat ringan, cukup menghemat tenaga saat gw harus ngangkat di pematang sawah atau loading di perahu. bagi gw sepeda B2W ok, kecuali ukurannya 16″ yang bikin sedikit gak nyaman bagi gw yang biasa pake 17″.

Menuju Selorejo gw nanjak-nurun standar, mengingatkan saya pada jalur gunung sindur, kecuali ada turunan tajam seperti turunan “S” di JPG dengan obstacle berupa jurang dan didepannya ada jembatan beton dengan lebar sekitar 2 m yang dibawahnya batu2 jalur kawah. Melewati dari desa ke desa, naik turun lewat tanah berpasir, ketemu obstacle berikutnya, berupa turunan berkelok single track dengan kemiringan 25-45 derajat, sekitar 4-5 kelokan tajam, yang menurut gw berbahaya untuk di gowes, karena risikonya akan berguling dari ketinggian 5-10 m ke semak2, gw pilih TTB (jangan malu TTB untuk lebih safe, fun, dan bisa main sepeda sampe pensiun :)  ). lewat dari obstacle tsb, gw dihadapkan pada kebingungan baru, karena didepan ada beberapa jalan setapak, bercabang. menyesuaikan dengan koordinat yang gw tuju, beberapa kali gw harus turun-naik, turun-naik, turun-naik lagi di beberapa jalur sampe gw ketemu petani yang kasih tahu gimana caranya sampe desa seberang yg udah  keliatan tapi susah nyari jalannya itu.  akhirnya gw balik lagi ke trek awal dan belok masuk ke hutan industri, deg2an karena sepi sampai akhirnya ketemu petani lagi dan sungai. cesssss…segar, main air dulu di sungai kecil dangkal dengan air yang bersih pegunungan, meneroboslah gw bersama sepeda B2W.
Nyampe disebrang sungai, ada desa dan pembangkit listrik, tanya penduduk, dibilang kalok mo ke selorejo trus ikutin jalan aspal sampai mentok, ok-lah gw ikutin, dan sampailah pada bagian terberat…tanjakan !!!…nanjak menuju 650an dpl. di jalur ini perlu hati2 banget, disamping karena di pinggir jurang dan dengan kemiringan 30an derajat, sering kali disini lewat motor, motor pencari rumput, dengan rumput diboncengan yang habisin jalan. bahayanya itu motor datang dari arah atas, dan sepertinya mereka sudah ahli  naik motor tanpa menghidupkan mesin, so kalok gak waspada bisa ke samber rumput diboncengan mereka. jalur sini mungkin gowesable, tapi gw gak kuat, n pingin hemat tenaga juga, karena gw gak tau seberapa panjang n berat trek di depan, jadilah gw gowes bentar dilanjut TTB sekitar 30 mnt, nanjak. Sempat di jalur itu kedengeran suara gemuruh, mungkin air terjun, tapi gw gak berani explore, karena untuk kesana harus lewat hutan industri yg rimbun, munkin tahun depan. satu yg gw nyesel pas di trek ini adalah…gw tadi gak beli air di warung, mana lagi ngos2an dorong sepeda, air di botol tinggal separo, gw hemat banget karena takut gak ketemu desa/warung dalam waktu dekat. Setelah sampe puncak bukit 650an dpl, lega gw, apalagi keliatan ada desa di bawah, so gowes  turun melewati single track atao lebih tepat jalan air dengan pinggiran tebing jadi gak kerasa, meski sedikit2 kaki kesenggol akar pohon.
Mampir warung, minum mizone dingin…ahhh segerrr.., trus lanjut gowes nanjak makadam, nanjak aspal, sampailah gw di selorejo. Apa selanjutnya ?…pesen wader goreng, nasi, sambal, lalap, pete dan susu soda….wahhh :).
Perjalanan pulang relatif ringan, gw sengaja pilih lewat jalan umum dengan aspalnya yang mulus,…sangat menyenangkan karena kebanyakan nurun, jadi bisa ngebut, meski perlu waspada dan hati2 karena jalan berkelok pegunungan dan banyak kendaraan.
Nyampe rumah sekitar jam 2-3an, dengan trip 80km dikurangi trip naik perahu 30 mnt/3 km-an. Moga  nanti bisa gowes kesana lagi.

***

cianten

Titik start sebuah warung sederhana dipinggir kebun teh (06.70245 S, 106.61155 E). sempat sumringah waktu didalam mobil menuju titik start, sumringah karena mobil ter-engah2 nanjak ke titik 1000-an dpl. sumringah karena membayangkan akan downhill dari titik start dengan pemandangan hijau gunung. sedap :).

Nyampek titik start jam 10-an. nurunin sepeda, setel2 dan cek part, isi air, dan tidak lupa mbungkus nasi + ayam goreng buat bekal jalan, maklum di trek nanti kemungkinan gak ketemu warung,  dan kalo pun ada sinyal hp juga gak bisa pesen McD ato KFC :).

Gila, sambutan yang tidak ramah di awal trek. kalok di RA-rindu alam awal start kita dihadapkan dengan turunan berbatu, di Cianten ini kita langsung disuguhi pemandangan kebun teh yang bikin mata adem, damai, bikin tenang….tapi nanjak !!!…nanjak gak abis2, ampir sama dengan tanjakan ngehek-nya RA, bedanya di Cianten udara lebih panas, gak ada pohon2 teduh, full gowesan nanjak panas ditengah kebun teh. bikin ngos2an abis, dan sempet takut akan menghadapi tanjakan2 sampe finish ?…(senyum kecut bayangin pas sumringah di mobil tadi :)hehe ). tapi untunglah di depan ada sedikit hiburan, sedikit, karena ada cost-nya. hiburan itu adalah turunan tajam dan puanjaang, seperti cangkir, seperti roller coaster-nya JPG ukuran raksasa. yiiihaaaaa….ngebutlah kita :)huehehehe…sebelum akhirnya harus membayar dengan nanjak, nanjak sejauh kita turun tadi. etape pertama ini kita melewati kebun teh, off road ringan dan on road. meskipun ada turunan cangkir tadi, tapi kebanyakan nanjak yang butuh stamina lebih, etape pertama ini sampe sumur gas chevron.

Sumur chevron merupakan titik tertinggi di trek cianten ini, berikutnya kita mulai turun. turun di tengah kebun teh sungguh mengasikkan, gak beda jauh sama RA, sampai kemudian mulai masuk trek yang lebih sulit menuju perkampungan. lebih sulit karena single track dengan kontur menurun dan berbatu licin,…bikin rem panas, dan berpotensi njumpalit bagi pengendara. perlu sangat2 waspada selain skill tadi, karena kita turun dengan pinggiran jurang, dan ada beberapa meter yang kanan kiri jurang, gak cuman satu sisi doang (gw baru tahu belakangan, karena tadi fokus hati2 ama ular yg lewat). selanjutnya kita masuk perkampungan, melewati sungai, sawah, lembah, nurun, nanjak dengan kontur jalan makadam licin. setelah menutup etape ini dengan nanjak di jalan makadam, dengan sebelumnya makan siang di pinggir kali, sampe-lah kita kembali masuk di jalan aspal mulus.

Etape terakhir ini kita lewat on road mulus. jangan gembira dulu, kalok di RA kita ditutup dengan turunan aspal mulus sampai akhir yang bisa kebut2an, di cianten ini kita ngebut-nya separo aja, karena yang separo lagi masih nanjak,…nanjak nipu lagi.  nipu karena nanjak gak abis2 lagi, dan taunya gak abis itu setelah kita lewat belokan,…dan belokannya banyak :)…jaga stamina, jaga nafas, hemat tenaga, karena anda akan berhadapan lagi dengan tanjakan setelah belokan, ini resep lewati obstacle terakhir ini.

Beberapa km dari finish, kita masuk trek yang fun, trek hiburan penutup di cianten, yaitu masuk pembangkit listrik karacak. menghibur karena disana ada turunan tajam 30-40 derajat dengan rumput yang hijau adem, bikin kita lepas tereak yiiiihaaaaaa…pas kita turun tanpa pencet  rem :). denger2 ada juga penggowes yang turun lewat tangga, denger2 juga di sini licin kalok pas abis ujan, tapi ada yg nekad…dan jumpalitan :).

Ini titik gps lengkapnya yg gw dapat dari internet (gussur ?)

START
06.70245 S, 106.61155 E

6.7097s, 106.607e
6.7237s, 106.6032e
6.7269s, 106.6117e
6.7269s, 106.617e
6.7329s, 106.6201e
6.7191s, 106.6302e
6.7135s, 106.6329e
6.6912s, 106.6399e
6.6378s, 106.6363e
6.6332s, 106.6366e
6.6267s, 106.637e
6.6237s, 106.6399e

FINISH
6.6199s, 106.6411e

***

plp curug

 

kapan lagi bisa gowes di runway ?? :) hehehe…

light xc melewati sebagian jalur ke gunung sindur. lumayan untuk nglatih endurance, karena 50 km terlewati untuk nelusuri trek plp curug – jpg.

gunung sindur

 

Nama sebuah daerah, tidak jauh dari JPG dan Cihuni, masih sekitar BSD.
Trek cukup asik dengan tanjakan dan turunan sepanjang perjalanan 2 jam.
Kontur jalan variatif berupa aspal, jalan rusak, tanah liat, batu2.
Trek yang tepat untuk meningkatkan endurance. Apalagi diakhiri dengan sop panas dan es jeruk segar :)

rindu alam

 

Rindu Alam (-6.7044238, 106.9941353).
Dibutuhkan stamina yang prima untuk menyusuri trek RA-Sederhana. Kondisi tanah, batu2 lepas dan potongan batang teh menambah kerumitan trek selain semak, tanjakan panjang dan turunan extrem. Tidak disarankan untuk pemula. Sebaiknya memakai protektor. Minimal memakai helm, glove dan back pack untuk melindungi punggung.

“Motivasi gw dong, nyanyi2 apa-lah biar gw semangat ” gitu tereak seorang teman waktu ditempel anak2 SD di jalur ngehek. Jalur ngehek adalah
sebutan riders untuk tanjakan tak berujung di trek RA-Sederhana. Waktu briefing sebelum berangkat, guide kami nawarin “
kita mau  lewatin ngehek yang mana nih ?”, dengan sok tahu kami njawab “semuaaa !!!”… :) hehehe, FYI di jalur ngehek ini tanjakan
sekitar 30-45 derajat yang gak mungkin di gowes, kalo pun bisa, paling2 cuma bentar, ngos2an :), dan kami dengan PD mau
lewatin ngehek 0,1,2,3 ??? :) 

Untuk lewati trek RA-Sederhana + ngehek-nya kita harus dalam kondisi fit, karena sekitar 25-40% kita harus
dorong sepeda ke atas melewati jalan yang gak ramah. Nah, menjelang taman safari itu-lah banyak anak2 SD nongkrong, nungguin riders,
dan akan ngikutin terus selama kita nanjak di ngehek, sambil terus ngomong ” om dorong om ! …om dorong om ! ” bikin mental down :).
Selain  anak2 tsb ada juga ojek, jadi bagi riders yang pingin menhemat tenaga bisa sewa anak2 tsb untuk dorong sepeda, dan rider-nya naik ojek :).

Nyampe warung RA sekitar jam 7:30wib, kami sarapan nasi goreng dulu, selain melengkapi bekal seperti mengisi air minum.
Benernya nasi goreng gak bagus untuk mengawali pagi ini, karena nasi goreng yang berlemak bikin perut gak nyaman ketika kita harus
menguras tenaga nggowes.

Jalur RA-Sederhana sangat extrem, tidak disarankan buat pemula. Dibutuhkan stamina fisik dan mental yang
prima. Fisik dibutuhkan untuk nanjak, baik gowes atau pun dorong. Juga pada waktu turun kita harus fokus, tangan harus kuat nahan handle
bar karena harus turun dengan kecepatan tinggi melewati batu2 makadam, akar teh atau menerobos semak. Skill rider juga dituntut lebih,
atau menurut saya dibutuhkan juga kemampuan untuk jatuh,…jatuh dengan aman.

FYI, seluruh peserta kemaren jumpalitan, termasuk saya,
yang jatuh duluan kelempar karena nge-rem mendadak di turunan. Jumpalitannya macem2, dari yang nyemplung selokan, kali kecil,
nyungsep di rimbunan teh (tapi batangnya tajam) atau kram2, tapi Alhamdulillah kami bisa sampai finish dengan selamat (baret2, memar,
kram gak diitung :)  ).

Andai ke RA lagi, mungkin persiapan saya adalah fisik yang fit untuk jalan nanjak nuntun sepeda, perlengkapan P3K
(antiseptic, balsem), protector (minimal helm, glove, kacamata, lengan panjang/warmer dan juga back pack untuk melindungi punggung).
Dari trek yang pernah saya coba, saya sarankan rekan2 nyoba trek Cihuni, JPG, baru trek RA. Trek Cihuni untuk latihan endurance, Trek
JPG untuk nglatih skill (…dan jatuh dengan aman :)  ), dan akan lebih sip jika ditambah B2W.
Nyampe rumah pas magrib, senin pagi masih terasa pegel2, tapi tidak menyurutkan kami untuk menyoba trek yang lain.

onga-an

 

07.89716 S, 112.31440 E

838 dpl

Onga-an.

terletak di balik gunung kelud. Dengan kontur tanah berpasir dan berbukit-bukit kecil, paling asik untuk bunny hop apabila kita downhill dari kebun pinus, dan menguras tenaga ketika uphill :). Jangan lupa membawa cukup minum dan makan, karena gak akan ketemu warung ketika kita masuk kebun pinus.

kelud

 

 1300 dpl
S7.93698 E112.27165
Kelud, kediri-jawa timur, sekitar 2 jam-an dari Malang.
Udaranya segar, sedikit kering. Kontur tanah pasir, tidak lengket kalau hujan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.